Laman Drop Down

George Town, Penang: Menelusuri Kota Tua yang Multikultural

Terpikat oleh Salah Satu Kawasan UNESCO World Heritage Site

Area Georgetown

Georgetown terkenal sebagai kota tua yang multikultural. Dengan latarbelakang dibawah kekuasaan kolonial Inggris dan sebagai pelabuhan utama di Selat Malaka  pada abad ke -18,  Georgetown memiliki banyak peninggalan budaya dari hasil akulturasi kolonial Inggris, China, India dan Melayu. Terletak terpusat di salah satu kawasan, Georgetown mudah dijelajahi para pejalan kaki untuk melihat deretan bangunan tua yang menghiasi jalanan dan mencicipi kuliner dan kopi  khas Penang yang legendaris di kawasan ini.


Setelah penerbangan selama 2,5 jam dari Jakarta, akhirnya kita tiba di Bandar Udara Internasional Penang. Kami bergegas ke area pemeriksaan imigrasi dan ambil bagasi kami. Bandaranya tergolong kecil dan antriannya imigrasinya agak panjang. Setelah selesai ambil bagasi, kami segera pesan Grab untuk menuju hotel di area Georgetown. Sore itu, kami menikmati perjalanan menuju  hotel. Memasuki kawasan Georgetown, kami dimanjakan oleh gedung gedung tua yang berjejer. Rasanya ga sabar untuk walking around di kawasan ini! Langsung jatuh hati.
Penerbangan menuju penang
Salah satu sudut di George Town
Terkenal sebagai tempat berobat di negara seberang, Penang menyimpan  sejarah yang menjadikannya sebagai kota multikultural. Dulunya, Georgetown  merupakan pelabuhan utama di Selat Malaka setelah pulau Penang dikuasai oleh British East India Company pada tahun 1786. Berperan sebagai pelabuhan utama, kala itu Georgetown menjadi pusat perdagangan global yang didominasi oleh pedagang dari Cina, India dan Arab. Tidak heran karena sejarahnya ini, Georgetown menjadi kota yang multikultural. Hal itu terlihat dari keberagaman arsitektur, budaya, dan makanan yang berkembang di masyarakat Georgetown sampai sekarang. Sejak 2008, Georgetown ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO. 
 

Bisa ngapain aja ya di kawasan Georgetown ini? 


Bangunan tua di George Town
Walking around Georgetown

Walking around di kawasan Georgetown

Menjelajahi area Georgetown ini paling enak dengan jalan kaki di pagi hari atau sore hari. Kita bisa dengan mudah mampir  ke cafe, resto, kuil, masjid, dan destinasi wisata lainnya dengan mudah dan ga ribet. Selain itu,  juga bisa berhenti langsung aja buat foto di jalanan dengan bangunan - bangunan tua yang cantik!

Kalau lagi males jalan, bisa juga menjelajahi Georgetown dengan sewa sepeda di Link Bike. Stasiun persewaan sepeda ini ada di beberapa tempat khususnya di  kawasan Georgetown. Sebelum ke stasiun persewaan, kita bisa cek ketersediaan sepeda di aplikasinya. Untuk lokasi stasiun persewaan juga bisa di cek di aplikasinya. Cara sewanya pun juga mudah, cukup bayar secara online sebesar RM 5 untuk 24 jam  di aplikasi.



Selain dengan jalan kaki atau bersepeda, kita juga bisa menjelajahi Georgetown dengan becak yang tersedia di daerah Armenian Street. Ohya kalau walking around, sempatkan untuk mampir ke kawasan Little India, Armenian Street,  Pasar Chowrasta, Leong San Tong Khoo Kongsi, dan Goddess of Mercy Temple.  
Goddess of Mercy Temple Penang
Walking around Georgetown
Masjid Kapitan Keling
Toko Hikayat
Cheah Kongsi
Temple di Armenian street
Bangunan - bangunan di area Georgetown
Ruko-ruko di jalan Campbell street
Campbell street market
Kawasan Little India
Salah satu kafe di Lebuh Armenian
Payung warna warni di gang Jalan Armenian


Mencicipi kuliner Penang
Wajib banget coba kulineran di kota multikultural ini. Berbagai jenis makanan dari hasil akulturasi budaya China, India, dan Melayu dijajakan di sepanjang kawasan Georgetown. Rasanya juga enak- enak.
Egg tart di Ming Xiang Tai Pastry enakk
Kuliner pertama yang wajib di coba adalah Nasi Kandar. Makanan khas Penang ini dikenalkan oleh para pedagang India Muslim dari Tamil pada abad ke 18. Perpaduan nasi basmati dan kuah kari yang kaya rempah khas negara timur sangat menggugah selera makan. Kita bisa memilih lauknya secara terpisah, seperti nasi padang. Selain itu juga di lengkapi dengan sayuran lalapan yang bervariasi seperti nanas muda, wortel, kentang, dan bawang bombay. Kamu bisa mencicipi nasi kandar yang lezat ini di Hameediyah Restaurant atau Deens Maju Nasi Kandar atau Nasi Kandar Pelita. Kali ini aku coba di Hameediyah Restaurant.
Restaurant Hameediyah
Martabak di Hameediyah Restaurant
Nasi Kandar di Hameediyah Restaurant dengan lalapan wortel, bawang bombay dan kentang
Setelah menikmati nasi kandar, paling enak lanjut mencicipi es Cendol. Kita coba es cendolnya di Penang Famous Teochew Chendul yang melegendaris sejak tahun 1936.  Rasanya tidak terlalu manis dengan isian cendol dan juga kacang merah dipadukan dengan air santan dan gula.
Street art di belakang penjaja Teochew Chendul
Penang Road Famous Teochew Chendul
Penjaja menyiapkan orderan
Es Chendul dengan kacang merah
Untuk sarapan, kita coba roti bakar dan kopi khas Penang. Sebagian besar warga Penang menikmati paginya untuk menyantap ini. Roti bakar ini bisa kamu cicip di Roti Bakar Hutton Lane atau Toh Soon Cafe. Kalau pengen coba yang lain, kamu bisa kulineran juga di foodcourt area Pasar Chowrasta atau restaurant Makan Pagi.
Roti bakar & Kopi di Hutton Lane 
Selain itu, wajib juga cobain dimsum di Tai Tong Restaurant. Ada banyak banget pilihan dimsumnya, dan kita bisa pilih langsung saat pramusaji menawarkannya. Restaurant lain yang jual dimsum adalah Fu Er Dai.
Tai Tong Restaurant
Dimsumnya tinggal di pilih
Masih ada kuliner lain yang enak juga nih, kamu wajib juga cobain lezatnya laksa penang di Penang Famous Laksa. Resto ini menyediakan 2 menu yaitu laksa & char keow tiau. Keduanya enak banget.
Penang Road Famous Laksa
Char Keow Tiau
Laksa
Ohya, rasanya ga afdol ya kalau ke Malaysia tapi ga berburu durian. Kali ini kita coba mampir ke Durian Baby & Friends. Cafe ini menyediakan buah durian dan segala jenis olahan durian seperti pizza, keripik dan gelato.
Durian Musangking di Durian Baby
Pizza Durian
Gak cuma itu aja, kamu juga bisa mencicipi berbagai food street lain di  Chulia Street Hawker atau Kimberly Street Market atau Gurney Drive Hawker Center.
Kimberly Street Market
Gurney Drive Hawker Center
Penjaja Pasembur, Rojak, Cucur Udang
Penjaja Sotong
Nasi Lemak Cilibilis
Penjaja nasi lemak

Berburu street art  dan steel rod caricatures  khas Penang
Rasanya ada yang kurang kalau ga nyempetin untuk ke titik - titik Penang Street Art  yang legendaris di kalangan wisatawan. Lukisan mural yang menghiasi dinding- dinding tua ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Banyaknya lukisan mural ini berawal dari kompetisi The Making of George Town pada  tahun 2012 silam. Puluhan street art berupa lukisan mural ini bisa ditemukan dengan mudah saat kita menyusuri jalanan Lebuh Armenian dan Lebuh Ah Quee ke arah Chew Jetty. Kita pun tidak perlu merogoh kocek untuk berfoto ria dengan lukisan lukisan ini, alias GRATIS. Beberapa mural yang terkenal antara lain Brother and Sister on Swing,  Boy on Motorbike,  I Want Bao, dan Kids on Bicycle. Semua titik mural ini bisa di cari di google maps ya.
Boy in motorbike street art
Little children in bicycle
Menikmati street art dan steel rod caricature
Random street art
Couple in bicycle
The tailor
Selain lukisan mural, ada juga steel rod caricature yang tersebar di kawasan Georgetown. Karikatur sebanyak 52 buah ini bertemakan “Voices of the People” .


Berkunjung ke Chew Jetty
Chew Jetty merupakan kampung nelayan bersejarah yang sudah berusia lebih dari satu abad dan sudah diakui oleh UNESCO. Lokasinya tidak jauh dari Georgetown. Dahulunya, kampung Chew Jetty ini merupakan tempat pengungsian orang Tiongkok saat terjadi perang di abad ke -18. Perkampungan yang terletak di daerah pesisir pantai ini, didominasi dengan bangunan yang dibuat dengan kayu dan berdiri diatas lautan. Dikawasan ini terdapat kuil untuk berdoa dan juga banyak warga yang menjajakan cinderamata. Untuk kuliner di daerah ini, kamu bisa coba makan di Chew Jetty Big Bowl Noodle. Ohya untuk masuk ke kawasan ini GRATIS ya, namun disediakan kotak untuk sumbangan sukarela.
Kawasan Chew Jetty
Chew Jetty Big Bowl Noodle
Chew Jetty

Menikmati kawasan Esplanade
Kawasan ini juga terkenal dengan nama Padang Kota Lama. Kawasan yang terletak di tepi pantai ini sudah tertata dengan rapi, jadi enak banget buat sekedar santai di pinggir pantai atau bersepeda dikawasan ini. Selain suasana tepian pantai, bangunan di sekitar kawasan ini juga cakep banget dengan gaya arsitektur Edwardian. Bangunan yang ikonik di kawasan ini adalah Penang City Hall dan Townhall. Wajib banget untuk kesini!
Penang city hall
Town hall Penang
Kawasan Esplanade

Selain itu juga ada tempat bersejarah seperti  Queen Victoria Memorial Clock Tower dan Fort Cornwalis. Fort Cornwalis merupakan salah satu benteng terbesar dan tertua di Malaysia. Benteng ini mengenang awal mulai  Kapten Francis Light saat mendarat di Penang pada tahun 1786. Sebagai benteng pertahanan, ada beberapa meriam yang ada disini. Namun yang paling terkenal adalah meriam Seri Rambai. Meriam ini dibuat oleh Belanda dan diserahkan kepada Sultan Johor pada tahun 1606. Pada tahun 1613, Portugis berhasil mengambil meriam ini dan membawa nya ke Jawa sampai tahun 1795, lalu dibawa ke Aceh. Pada tahun 1871, Inggris berhasil membawa meriam ini lagi ke Penang di kawasan Esplanade. Setelah perang dunia ke-2 meriam ini di relokasi ke bagian barat laut dari Benteng Fort Cornwallis.
Queen Victoria Memorial Clock Tower
Pintu gerbang Fort Cornwallis
Di depan store rooms
Store rooms yang dibangun sejak tahun 1800
Kereta jadul didepan store rooms
Koleksi meriam
Patung Kapten Francis Light
Gunpowder rooms
Meriam paling terkenal: Seri Rambai Cannon
Homeless bird man
Kenalan sama burung merpati
Burung - burung merpati di dekat Fort Cornwalis

Mampir ke Pinang Peranakan Mansion
Wajib banget mampir ke sini! Letaknya di Church Street, George Town. Dahulunya, Pinang Peranakan Mansion merupakan rumah seorang peranakan Tionghoa bernama Chung Keng Wee. Bangunan yang dibangun sejak abad ke -19 ini masih berdiri kokoh dan tampak elegan. Didalamnya menyimpan banyak perabotan lawas khas peranakan yang unik dan antik seperti guci, mesin jahit, koleksi pakaian, aksesoris dan segala perabotan rumah yang khas. Museum ini dibuka dari jam 09.30 - 17.00 dengan tiket seharga 25 RM. Selain menjelajah area rumahnya, disini kamu juga bisa menyewa kebaya khas peranakan untuk berfoto ria di area Pinang Peranakan Mansion. Tidak hanya itu, kamu juga bisa berburu oleh oleh berupa pernak pernik khas Penang disini.
Tampak depan Pinang Peranakan Mansion
Halaman utama Pinang Peranakan Mansion
Ruang keluarga di lantai 2
Furnitur di kamar
Salah satu kamar

Mebel dan penataan yang cantik
Ruang makan
Pernak pernik 
Patung Dewa- Dewa

Bermalam di hotel khas peranakan
Rasanya ada yang kurang kalau ga nginep di penginapan yang khas sesuai dengan kota yang dikunjungi. Penang terkenal dengan kawasan peranakan, ada beberapa hotel yang memiliki design  khas peranakan di daerah George Town. Pilihannya ada Campbell House Penang, Nam Keng, Cheong Fatt Tze dan Yeng Keng Hotel. Kali ini aku coba menginap di Campbell House yang letaknya  strategis di Lebuh Campbell. Deket kalau mau cari makan ataupun walking around George Town. Hotel yang dibangun dengan merestorasi bangunan tua yang berdiri sejak 1903 ini memiliki design  interior khas peranakan yang cantik dan homey. Total kamarnya hanya terbatas sekitar 11 kamar aja dengan beberapa tipe yang bisa di cek disini. Hotel ini juga di lengkapi dengan restoran Italia bernama Il Bacaro.
Campbell Hotel
Il Bacaro Restaurant

Menikmati Lanskap Penang dari The TOP Penang
Setelah walking around di Georgetown, kami menyempatkan ke The Top Penang untuk menikmati panorama kota Penang dari gedung tertingggi di Penang.  Lokasinya berada di lantai  di Komtar Tower lantai 65 untuk observatory deck dan lantai 68 untuk restaurant dan rainbow skywalknya. Di area observatory deck, kita bisa melihat lanskap Penang dengan teropong  namun dibatasi oleh kaca. Di lantai ini juga ada The Gravityz yang menawarkan pengalaman menantang untuk berjalan di pinggir gedung dengan ketinggian 239 meter. Bayangin doang aja udah gemeter haha

Setelah puas berkeliling, kami menuju ke lantai 68. Disini kita bisa berkeliling 360 derajat untuk melihat lanskap Penang yang berupa perkotaan dengan dikelilingi lanskap alamnya. Di lantai ini  juga ada Rainbow Skywalk yang terbuat dari kaca. Untuk eksplor Rainbow Skywalk, kita di wajibkan untuk melepaskan sepatu ya. Setelah capek berkeliling, kita bisa makan sekalian di restaurantnya. Menurutku, best time untuk kesini saat menjelang sunset hingga malam hari. Selain bisa menikmati lanskap Penang, The Top Penang juga menawarkan 17 indoor theme park lho.
Lanskap malam kota Penang dari The Top Penang
Rainbow Skywalk

Jelajah museum di kawasan George Town
Selain Pinang Peranakan Mansion, ada juga beberapa museum yang terletak di kawasan Georgetown seperti Penang 3D Trick Art, Wonderfood Museum, Upside Down Museum, Straits and Oriental Museum, Batik Painting Museum Penang, dan Colonial Penang Museum. Museum - museum ini menyimpan berbagai karya seni modern dan juga koleksi barang - barang lawas khas Penang. Jika ada waktu lebih, mampir ke museum - museum ini juga menarik.
 

Penang Maps

Tips jalan jalan di Georgetown
Kapan waktu terbaik mengunjungi George Town? (Best time to visit George Town)
Penang termasuk dalam iklim tropis. Waktu terbaik ke sini yaitu saat musim kemarau, sekitar bulan Desember sampai Februari. Cuacanya cenderung sejuk dan kering. Selain itu juga lebih meriah karena bersamaan dengan Natal, Tahun Baru dan Imlek.

Berapa lama waktu ideal untuk menjelajah George Town? (How many night to stay at Georgetown)
Menurutku waktu ideal untuk menjelajahi George Town itu sekitar 3 hari 2 malam untuk mencicipi berbagai kuliner khas Penang, berburu street art khas Penang, menjelajahi bangunan bersejarah dan menikmati kota tua di Georgetown. Rekomendasi itinerary ke Georgetown: 

Hari pertama : Perjalanan ke Penang - Makan siang nasi kandar di Hameediyah Restaurant - Minum segarnya es Penang Famous Teochew Chendul - Eksplorasi Pinang Peranakan Mansion - Menikmati lanskap Penang dari  The Top Penang- Makan malam di Top View Restaurant & Lounge

Hari kedua: Sarapan roti bakar dan kopi di Toh Soon Cafe atau Hutton Lane - Walking around George Town dan berburu street art (Little India, Armenian Street, Chew Jetty) - Makan siang di Chew Jetty Big Bowl Noodles - Eksplorasi  Fort Cornwallis - Menikmati sore di kawasan  Esplanade (Padang Kota Lama) - Mencicipi dimsum  di Tai Tong Restaurant/Fu Er Dai - Berburu kuliner di Chulia Street Hawker Food

Hari ketiga: Sarapan di Pasar Chowrasta -  Eksplorasi Cheong Fatt Tze -  Jelalah museum (Straits and Oriental Museum/Wonderfood Museum) - Makan siang dii Penang Road Famous Laksa/Deens Maju Nasi Kandar


Budget (How much)
Biaya perjalanan ini berdasarkan pengalaman di bulan Juni 2024 ya: 
Penginapan        MYR  150-600/malam
Makan        MYR 10 -30/1x makan
The TOP Penang        MYR 78/orang
Pinang Peranakan Mansion         MYR 25/orang
Corn Fortwallis         MYR 20/orang
Lobby Le Dream Boutique Hotel

How to getting around 
Untuk menjelajahi pusat Georgetown, paling enak dengan berjalan kaki jadi mudah untuk mampir. Opsi kedua, bisa sewa sepeda atau naik becak untuk muter- muter. Semisal kecapekan jalan, bisa pesen  Grab aja dan gampang banget dapetnya.
Becak di Armenian Street
Link bike - rental sepeda Penang
Masih banyak motor ini di Penang

Selain Georgetown, ada apalagi di Penang?
Selain ke Georgetown, kamu juga bisa jelajah sisi lain Penang seperti Bukit bendera, Penang Hill, The Habitat, Kek Lo Si Temple,  Pantai Batu Ferringhi, Entopia, Penang Tropical Fruit Farm dan destinasi wisata lainnya.


Main rumput di depan gunpowder rooms
Siap jalan jalan di Georgetown
Naik Grabcar karena udah panas
Belajar jalan di Pinang Peranakan Mansion
MPASI ga ketinggalan walaupun lagi jalan jalan wkkw


Best Regards,
Lola Karlina



No comments: