Laman Drop Down

Showing posts with label Visit to a historical place. Show all posts
Showing posts with label Visit to a historical place. Show all posts

Talat Noi: Kawasan Pecinan Tua yang Estetik di Bangkok

Sisi lain Bangkok yang bikin Jatuh Hati: Perpaduan Kawasan Pecinan dengan Street Art

Street Art di depan Mother Roaster Cafe Talat Noi
Di balik hiruk pikuk Chinatown Bangkok, tersembunyi Talat Noi, salah satu kawasan pecinan tertua di Bangkok yang menjadi rumah bagi komunitas Tionghoa Hokkien dan Teochew selama ratusan tahun. Berjarak sekitar 10 menit dari Chinatown Bangkok, kawasan tepi Sungai Chao Phraya ini menawarkan pengalaman menjelajahi gang-gang kecil bak labirin yang dipenuhi dengan bangunan bersejarah, mural artistik, dan street art bertema bengkel otomotif tua.

Menjelajah Pulau Penang

Cerita Liburan ke Pulau Penang Selama 4 Hari 3 Malam

Art street di Penang

Penang menjadi salah satu pilihan destinasi wisata yang beragam dan terjangkau. Selain terkenal sebagai salah satu destinasi medis di kawasan Asia Tenggara, Pulau Penang juga memiliki keindahan alam, kuliner, seni, budaya dan sejarah yang patut dijelajahi. 

George Town, Penang: Menelusuri Kota Tua yang Multikultural

Terpikat oleh Salah Satu Kawasan UNESCO World Heritage Site

Area Georgetown

Georgetown terkenal sebagai kota tua yang multikultural. Dengan latarbelakang dibawah kekuasaan kolonial Inggris dan sebagai pelabuhan utama di Selat Malaka  pada abad ke -18,  Georgetown memiliki banyak peninggalan budaya dari hasil akulturasi kolonial Inggris, China, India dan Melayu. Terletak terpusat di salah satu kawasan, Georgetown mudah dijelajahi para pejalan kaki untuk melihat deretan bangunan tua yang menghiasi jalanan dan mencicipi kuliner dan kopi  khas Penang yang legendaris di kawasan ini.

Terbuai oleh Indonesia yang Aduhai

Mengembara di Indonesia, Negara yang Bikin Bangga

“Indonesia itu bagus”, hanya itu yang terlintas di benakku ketika mendengar kata Indonesia. Terbentang dari Sabang hingga Merauke, negara yang dikenal sebagai Nusantara ini memiliki keanekaragaman pesona alam, flora-fauna, pangan lokal dan budaya yang telah mengundang decak kagumku dalam setiap petualangan. Rasa syukur dan bangga terhadap keberagaman di Indonesia ini menyelimuti hatiku. Rasa itu yang  membuat api semangat senantiasa menyala untuk menjelajah dan menjaga keanekaragaman Indonesia.

Mengintip Bangunan Kuno di Lasem

 Menjelajahi bangunan - bangunan kuno 

bergaya arsitektur perpaduan Jawa, Cina, dan Kolonial

 

Dikenal sebagai Tiongkok Kecil,  Lasem memiliki banyak bangunan kuno bergaya Indis-Tiongkok-Jawa yang khas. Tidak heran, singgah dari satu bangunan ke bangunan kuno lainnya menjadi hal yang diminati traveller saat berpelancong ke Lasem. Beberapa spot menarik untuk dikunjungi antara lain Klenteng Cu An Kiong, Rumah Merah/Tiongkok Kecil Heritage, Rumah Oei, Klenteng Po An Bio dan Pondok Pesantren Kauman. Tidak hanya itu, masih banyak spot bangunan tua yang menarik lainnya di Lasem.

Batik Lasem, Batik yang Legendaris dari Pesisir Utara Jawa

Warisan Akulturasi Budaya Jawa dan Tionghoa 

Di Antara Batik Khas Lasem
Di Antara Batik Lasem

Batik Lasem terkenal sebagai hasil akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa karena memiliki motif dan corak warna yang khas. Motif Batik Lasem disentuh dengan motif fauna, flora, benda dan karakter khas Tionghoa seperti burung hong (phoenix), naga (liong), ayam hutan dan bambu. Warnanya pun didominasi dengan warna merah (atau biasa disebut abang getih pithik - merah darah ayam) yang khas dengan kesan oriental. Dalam budaya Tionghoa, warna merah bermakna kebahagiaan. 
 

Menapaki Jejak Bung Karno - Hatta di Rengasdengklok



Mengingat kembali peristiwa penculikan Soekarno – Hatta ke Rengasdengklok oleh tiga pemuda

Pajangan foto di ruang tamu Rumah Sejarah Rengasdengklok


Rumah dengan dinding yang terbuat dari papan kayu dan daun pintu yang diapit dua jendela berwarna hijau menjadi saksi sejarah peristiwa Rengasdengklok. Soekarno – Hatta diculik oleh tiga pemuda ke rumah milik Djiauw Kie Siong yang terletak di pinggiran sungai Citarum, Rengasdengklok, Karawang. Penculikan ini bertujuan agar Soekarno – Hatta segera melaksanakan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.