Laman Drop Down

Bermalam di Glamping Rumah Atsiri Tawangmangu

Staycation Sembari Mengenal Warisan Industri Minyak Atsiri

Glamping Rumah Atsiri

Glamping di Rumah Atsiri menjadi salah satu pilihan untuk menikmati akhir pekan di Tawangmangu, Jawa Tengah. Terletak di komplek Rumah Atsiri Indonesia yang mengusung konsep aromatic wellness dan wisata edukasi, tempat ini patut dikunjungi. Tidak hanya sekedar numpang tidur saja, pengunjung juga akan diajak untuk mengenal minyak atsiri (essential oils)  mulai dari sekedar menikmati uap aromatic yang dihasilkan oleh diffusser, menggunakan personal care dengan kandungan minyak atsiri, aromatic garden tour, museum tour, dan workshop. Tidak kalah menarik lagi, pengunjung juga bisa menikmati bangunan dengan gaya arsitektur kontemporer dan sustainable dengan memanfaatkan material daur ulang atau lawas.
 
Setelah melakukan riset kecil dari mbah Google, akhirnya aku memilih untuk menginap di Glamping Rumah Atsiri Indonesia bersama keluarga. Tentunya ada beberapa pertimbangan aku memilih tempat ini. Pertama, kami sekeluarga belum pernah mengunjungi Rumah Atsiri Indonesia (RAI) dan letaknya tidak terlalu jauh dari Yogyakarta. Kedua, RAI memiliki keunikan tersendiri yaitu menawarkan pengalaman dan pengetahuan terkait minyak atsiri. Ketiga, banyak alternatif aktivitas yang bisa dilakukan di area RAI sehingga mobilitasnya tidak banyak. Kayak apa ceritanya? Yuk simak pengalaman nginep disana dan reviewnya!
Bangunan utama Rumah Atsiri Indonesia

Mengenal Rumah Atsiri Indonesia
Pasti sudah banyak yang tau ya tentang Rumah Atsiri Indonesia? Yess, tempat ini merupakan tempat wisata edukasi minyak atsiri yang sudah dibuka untuk umum sejak tahun 2018. Lokasinya terletak di Jalan Watusambang, Plumbon, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kompleks edu-rekreasi ini memiliki fasilitas MICE (Meeting, Incentive, Convention dan Exhibition) seperti aromatic garden, museum atsiri, toko aromatik, nursery shop, glamping, rumah produksi, laboratorium, kelas (workshop), Plaza Marigold, ruang pertemuan dan restoran. Tidak hanya itu saja, ada beberapa area dan fasilitas yang saat ini masih dalam pengembangan, seperti kolam renang (swimming pool), kapel, dan penginapan  type lain. Dengan banyaknya fasilitas dan area yang disediakan, pengunjung bisa menghabiskan waktu di area Rumah Atsiri Indonesia.
Lobby utama Rumah Atsiri Indonesia
Buku panduan Rumah Atsiri Indonesia
Tidak hanya itu saja, hal yang menarik lainnya adalah arsitektural Rumah Atsiri Indonesia. Salah satu bangunannya merupakan bekas bangunan pabrik Citronella kerjasama antara Indonesia dan Bulgaria yang dibangun pada tahun 1963. Bangunan tersebut direstorasi dengan gaya arsitek Paulus Mintarga. Ia adalah seorang arsitek otodidak yang memiliki ciri khas tersendiri yang memanfaatkan material daur ulang atau material lawas. Karyanya kebanyakan di area Jawa Tengah seperti Rumah Rempah Karya di Solo, dan Green Host Hotel di Yogyakarta.
Arsitektural Rumah Atsiri Indonesia
Roster di Rumah Atsiri Indonesia
Sudut dekat The Garden
Salah satu sudut di Rumah Atsiri Indonesia
Penghubung antar bangunan di Rumah Atsiri Indonesia

Atsiri Glamping
Area Glamping Rumah Atsiri Indonesia
                                 
Apa itu minyak atsiri?
Sudah ga asing lagi ya tentunya tentang minyak atsiri? Minyak atsiri merupakan minyak yang di extract dari berbagai tanaman. Biasa disebut juga sebagai essential oil. Berbeda dengan fragrance oil, essential oil ini benar - benar murni dari bahan natural. Karenanya, minyak ini tidak bisa di aplikasikan langsung ke kulit, karena dapat menyebabkan inflamasi. Sedangkan, fragrance oil terbuat dari senyawa sintetis atau minyak atsiri yang sudah dicampur dengan bahan lain untuk memberikan aroma wangi, biasa digunakan untuk campuran kosmetik, parfum dan lainnya.

Minyak atsiri ini dihasilkan dari beberapa bagian tumbuhan antara lain seperti kelopak bunga, daun, kulit kayu, biji, hingga akar. Untuk mendapatkan minyak atsiri ada beberapa metode seperti metode destilasi uap, destilasi kukus, destilasi rebus, enflorasi, ekstraksi dan cold press.

Lalu, tanaman apa aja sih yang bisa menjadi sumber minyak atsiri? Banyak banget. Contohnya, lemongrass, tea tree, peppermint,  eucalyptus lemon dan lain - lain. Setiap minyak atsiri yang dihasilkan dari tanaman ini memiliki manfaat kesehatan dan psikologis yang beragam seperti meredakan stress, gangguan pencernaan, insomnia, nyeri otot, masalah pernafasan dan lainnya.
Berbagai macam essential oil di Rumah Atsiri Indonesia

Perjalanan ke  Rumah Atsiri Indonesia
Pagi itu kami memulai perjalanan dari Jogja sekitar pukul 09.00. Kami tidak langsung menuju ke Rumah Atsiri Indonesia, tapi kami mampir di Solo dan Kemuning untuk kuliner. Sekitar 2 jam perjalanan, tibalah kami di Pasar Gede Hardjonagoro. Kami langsung memasuki pasar menuju lapak Es Dawet Telasih Bu Dermi yang terletak tidak jauh dari pintu sisi kanan dari pintu utama. Sayang, lapaknya sedang tidak buka. Kami beralih ke lapak Es Dawet Telasih Bu Watik, yang tidak jauh dari lapak Bu Dermi. Kami segera memesan. Ibu penjaja segera mengambil mangkok kecil dan menyiapkan es dawet yang berisi cendol, ketan hitam, tape ketan, jenang sumsum, biji telasih, santan, gula dan es batu. Sebelum menyantap, tidak lupa untuk mengaduk es dawetnya supaya rasa manis dari gula lebih merata. Tak terasa dahaga kami terobati dengan es dawet ini walapun kata saudaraku tidak seenak di lapak Bu Dermi. Rasanya tidak terlalu manis, dan porsinya sedikit sih menurutku. 
Suasana Pasar Gede Solo
Penjaja Dawet Selasih Pasar Gede Solo
Dawet Selasih
Setelah menikmati es dawet, kami bergegas mencari penjual babi kuah. Berbekal info dari blog kuliner, kami segera mencari lokasi Toko Podjok, infonya penjaja ada didepan toko tersebut. Ternyata tidak semudah itu nyarinya, sempat tengak tengok dan ga menemukan. Setelah bolak-balik, akhirnya menemukan. Di lapaknya sama sekali tidak ada tulisan “jual babi” wkwk. Kami langsung pesan 1 porsi yang disantap langsung dan 1 porsi di bungkus. Saat memesan, pembeli juga bisa memilih bagian dagingnya. Babi kuah ini disajikan dalam takir - semacam pincuk, bungkus dari daun pisang - dilengkapi dengan sendok plastik dan tusuk gigi. Rasanya jangan di tanya, karena aku ga makan! Haha
Toko Podjok Pasar Gede Solo
Penjaja babi kuah di depan Toko Podjok
Babi kuah dalam takir di Pasar Gede Solo
Waktu berputar sangat cepat, kami segera meninggalkan Pasar Gede menuju ke daerah Kemuning untuk mampir makan siang di Bale Branti.  Perjalanan menuju kesana memerlukan waktu  sekitar 1 jam. Setibanya disana kami bergegas untuk pesan makan siang supaya tidak terlambat check in di Rumah Atsiri. Menu makanannya adalah makanan Indonesia dengan harga rata rata sekitar IDR 30K. Menu minumannya juga cukup beragam, paling lengkap adalah teh dari berbagai jenis tanaman. Setelah makan kami menuju ke Rumah Atsiri Indonesia yang terletak sekitar 7km dari Bale Branti.
Bale Branti Kemuning
Suasana Bale Branti

Menu di Bale Branti
Menu makanan di Bale Branti
Makanan dan Teh dalam teko di Bale Branti

Check in di Glamping Rumah Atsiri 

Tepat jam 13.50 WIB kami tiba di Rumah Atsiri Indonesia. Kendaraan kami di arahkan untuk parkir di dekat resto, bukan di tempat parkir utama. Tempatnya tidak terlalu luas, mungkin hanya cukup untuk belasan mobil. Infonya tempat parkir ini masih sementara untuk pengunjung glamping, ke depannya akan ada tempat parkir khusus yang lebih luas. Setelah turun dari mobil, kami sudah disambut oleh host dan beberapa partner kerjanya untuk membantu kami membawakan barang - barang ke kamar. Ohya, saat itu belum ada fasilitas luggage trolley, jadi barang - barang dijinjing oleh beberapa karyawan Rumah Atsiri. Selanjutnya, kami diarahkan untuk menuju ke area glamping, lalu diantar ke tenda kami masing - masing.

Menjinjing barang ke tenda
Area Glamping Atsiri
Tanaman herbs di sekitar glamping
Dengan lokasi yang outdoor, setiap tenda di lengkapi dua buah payung yang terletak di samping pintu utama tenda. Tenda glampingnya merupakan bangunan semi permanen dengan konsep loft room with mezzanine. Lantai bawah terdapat ruangan untuk bersantai tanpa TV, meja kerja dan kamar mandi yang cukup luas. Sedangkan, lantai atas merupakan ruang tidur dengan sebuah double bed. 
Tampak depan pintu tenda
Living room di lantai bawah
Mezzanine

Double bed di Mezzanine
Kami bergegas meletakkan barang - barang di rak barang dekat pintu. Mendekati meja kerja, sudah ada welcome card, notes dan juga peta wisata Rumah Atsiri Indonesia. Di meja kerja ini juga dilengkapi dengan hand sanitizer, pemanas air, tissue, aqua 1,5L, madu, tisane, kopi, gelas dan teko. Dibagian bawah meja juga ada alat pemijat kaki yang bisa digunakan setelah beraktivitas. Menuju ke ruang santai (living area), terdapat sofa bed, sofa santai terbuat dari rotan, dan juga diffuser. Sofa bed nya bisa digunakan juga untuk tidur jika membawa anak kecil. Bener - bener dirancang untuk relaksasi dan me-time.
Meja kerja dan welcome card
Peta wisata Rumah Atsiri dan Tawangmangu
In room tisane and coffee Rumah Atsiri Indonesia

Tisane dan kopi Rumah Atsiri Indonesia
Electric Foot Massager
Sofa bed dan rotan untuk bersantai
Interior dalam Glamping Atsiri
Memasuki area toilet dan bath room,  ruangannya luas banget, bagian tengahnya semacam ruang ganti dengan kaca yang lebar dilengkapi dengan wastafel, dan lemari pakaian yang simple. Di dekat wastafel diberi personal care  seperti bath salt, body wash, shampoo, lotion, odol, sikat gigi kayu dan cotton bud. Ohya, setiap tenda tidak disediakan hair dryer, namun jika membutuhkan bisa menghubungi hostnya. Tidak hanya itu, diruangan ini juga diberi bath robe, handuk, handuk kecil, wadah perendam kaki, matras dan bricks yoga. Di bagian sisi kiri merupakan closet duduk dengan dilengkapi tissue rol, sedangkan bagian kanan adalah bath room dengan shower.
Ruang ganti
Pegagan dan handsoap
Bunga kering pemanis

Amenities Rumah Atsiri Indonesia

Bath Robe
Toilet dan shower room

Menuju ke lantai atas, terdapat double bed dan diffuser yang bisa digunakan sebagai penghantar tidur. Didekat bed juga diberi insect repellant untuk menghalau nyamuk/serangga, tapi sejauh tidur disana ga ada nyamuk sih hehe. Satu lagi, di dekat bed juga di beri ear plug karena tenda tidak kedap suara, namanya juga tenda kan ya. Berisiknya ya mirip kayak camping di gunung, ada orang ngomong disebelah tenda pun bakal ke dengeran, jadi disediakan ear plug juga.

Setiap tenda dilengkapi dengan AC jadi jangan khawatir kepanasan. Malam pun, cuaca disini juga dingin jadi kadang ada yang ga perlu pake AC. Minusnya tidak ada telepon di masing - masing tenda ya, jadi kalau perlu sesuai bisa hubungi host melalui whatsapp. Tenang aja, disini dapet fasilitas wifi kok :)
Selepas check in, kami diberi welcome drink berupa es sirup kalamonde yang menyegarkan!
Welcome drink-es sirup kalamonde

Workshop membuat produk berbasis minyak atsiri
Tidak lama dari check in, kami menuju ke ruangan khusus untuk mengikuti workshop pembuatan produk berbasis minyak atsiri. Terlihat diatas meja sudah disiapkan bahan dan alat - alatnya seperti gelas ukur, gelas beaker, batang pengaduk, dan lampu spiritus. Suasananya berasa kayak mau nge-lab (praktikum di laboratorium) wkkw

Ada banyak pilihan kelas yang ditawarkan, antara lain bar soap, face mask, hair oil, body scrub, massage oil, lip balm, liquid soap, hair mask, bath salt, bath bom, soil perfume, playdough soap, stretch marks butter, aromatic slime dan cleansing oil. Dalam satu hari hanya ada 2-3 jadwal saja dan setiap bulan akan ada perubahan jadwal. Untuk jadwalnya bisa di cek di instagramnya atau bisa konsultasi ke hostnya.
Essential oil dan bunga kering untuk membuat produk
Hari itu aku memilih satu workshop yang ingin diikuti, namun setiap orang dari kami memiliki keinginan yang berbeda - beda. Total ada 4 workshop yang kami ikuti yaitu  bar soap, massage oil, minyak telon dan hair oil. Seharusnya kelas ini tidak diadakan secara bersamaan, namun setelah berdiskusi dengan host, akhirnya kelas dilakukan secara bersamaan. Secara bergantian, pemandu mengajari kami sesuai workshop yang diikuti. Setelah workshop di mulai, pemandu memberikan petunjuk step by step sembari menjelaskan mengenai produk dan teknik yang diajarkan. Durasi workshop ini sekitar 1 jam saja dengan teknik mix and pour. Kami dibebaskan memilih dan mencampur minyak atsiri yang di sediakan untuk pembuatan produk. Setelah selesai kami diberikan handout masing - masing. Apabila mau praktek lagi di rumah, kamu bisa beli bahannya (DIY Kit) di Atsiri shop.
Proses workshop di Rumah Atsiri Indonesia
Minyak telon hasil workshop
Sampel DIY KIT di Atsiri Shop

Belanja di Atsiri Shop
Setelah workshop kami diarahkan ke toko aromatik/essence shop yang terletak di lobby utama. Tentunya, toko ini menjual berbagai macam minyak atsiri dan produk turunannya. Essential oil yang ditawarkan mulai dari IDR 25K hingga IDR 1.300K, cukup bervariatif ya. Perbedaan harga ini tergantung dari ukuran dan sumber bahannya, semakin limited ketersediaan bahan bakunya, maka harga semakin mahal. Paling murah adalah essential oil yang terbuat dari Cajeput atau kayu putih, dengan ukuran 5mL harganya hanya IDR 25K. 
Toko Aromatik Rumah Atsiri Indonesia
Display di Atsiri Shop

Atsiri Shop
Rasanya bingung banget waktu milih essential oil yang pengen dibawa pulang, variasinya cukup beragam. Aroma paling favorite menurutku adalah Citronella, memberikan rasa yang menyegarkan. Ohya, disini ada 3 aroma yang menjadi andalan Rumah Atsiri Indonesia yaitu Buai, Rayu dan 1963. Ketiga essential oil ini terbuat dari campuran beberapa essential oil yang memberikan efek berbeda. Minyak atsiri Buai terbuat dari Cinnamon oil dan Vanilla oil yang memberikan efek tenang, dan hangat. Aroma Rayu merupakan campuran dari Lavender oil dan Geranium oil yang memberikan efek damai dan romantis. Terakhir adalah aroma 1963 yang terbuat dari campuran Lemon oil dan Lemongrass oil yang memberikan efek menyegarkan. Dari ketiga aroma ini, aku paling suka yang 1963 karena cukup menyegarkan.
Essential Oil Rumah Atsiri Indonesia
Konsultasi minyak atsiri
Selain berburu essential oil, disini juga ada product turunan nya seperti bar soap, bath salt, linen spray, reed diffuser, hand sanitizer, liquid bodywash, humidifier dan lainnya yang aromanya cukup menggoda. Kalau belum berkesempatan kesini, kamu juga bisa belanja secara online lewat websitenya, tokopedia atau shopee yang bisa di cek di instagram nya.
Bar soap Rumah Atsiri Indonesia

Linen Spray Rumah Atsiri Indonesia

Bath salt
Setelah belanja di toko aromatik, kami ke toko souvenir/the shop dan nursery shopnya yang terletak bersebelahan dengan toko aromatik. Disini menjual berbagai macam product seperti kaos, pernak pernik, snack, tisane dan teh. Kalau pengen buat minuman dari sirup kalamonde seperti welcome drink disana, kamu bisa beli di toko ini.
Toko Souvenir dan Nursery Shop Rumah Atsiri Indonesia
Kaos oleh - oleh dari Rumah Atsiri Indonesia
Pernak - pernik

Sirup Kalamonde
Snack di Rumah Atsiri Indonesia

Snack
Untuk nursery shopnya tentunya menjual tanaman ya. Selain itu juga ada instant seed. Tanaman yang dijual disini adalah tanaman aromatik dan ada beberapa herbs seperti eucalyptus lemon, rosemary, tarragon, tapak kuda, dan pegagan. Buat kolektor tanaman, yang paling menarik dibeli adalah Eucalyptus Lemon, bau daunnya wangi banget dan masih jarang yang jual bibitnya di marketplace.
Tanaman yang dijual dengan pot yang ramah lingkungan
Instant seed
Rosemary

Pegagan Air
Kokedama Rosemary
Tanaman purwoceng
Benih tanaman
Tas belanja di Rumah Atsiri

Relaks di dalam Glamping Rumah Atsiri
Setelah workshop dan keliling toko, segeralah kami ke kamar untuk melepas lelah. Aku langsung menuju ke sofa diruang santai, lalu menyalakan diffuser, dan menyiapkan  electric foot massager. Setelah ambil posisi yang pewe (posisi wenak), aku langsung nyalain electric foot massagernya. Enak banget sih!
Pijet kaki
Keesokan hari nya aku relaks di dalam glamping dengan menyeduh tisane dan madu yang sudah disiapkan sembari duduk santai di sofa memandangi ilalang tanaman sereh. Sayangnya ga sempet bersantai lebih lama lagi karena waktunya cukup singkat dan sudah lelah dengan seabreg kegiatan. Padahal vibesnya cocok banget untuk bersantai atau sambil baca buku atau bikin planning hehe
Buat teh dulu
Cara menyajikan tisane Rumah Atsiri Indonesia
Nge teh
Kalau pengen peregangan otot setelah beraktivitas, di dalam glamping juga disediain matras dan brick untuk yoga lho. Tapi waktu itu aku ga sempat untuk yoga disana.
In room yoga matrass dan bricks

 Menyantap hidangan dari Rumah Atsiri Restaurant

Dalam paket yang kami ambil untuk menginap, sudah termasuk 3x makan yaitu dinner di hari pertama, breakfast dan lunch di hari kedua. Menu makanannya berupa set menu yang sudah disiapkan sesuai paket, jadi bukan prasmanan ya. Untuk set menu bisa di pilih sendiri saat H-1, pilihan menunya ada makanan Indonesia dan Western. Saat itu yang ditawarkan ada 3 set menu yaitu
a. Set Menu Keffirlime
Breakfast : Bubur pecel dengan toping tahu goreng, bayam, wortel kobis, telur, sambel kacang, kacang panjang dan rempeyek.
Lunch : Udang santan, ayam suwir daun jeruk, nasi daun jeruk, sate kere, tumis kacang panjang, perkedel jagung, kembang kol dan kol goreng, sambal terasi, sambal tempe, kerupuk.
Dinner : Sup buntut ndeso.
 
b. Set Menu Lemongrass
Breakfast: Bubur sereh dengan kuah kuning dengan topping tempe goreng, ayam sereh, telur rebus, daun bawang, kerupuk udang, kuah kuning, dan bawang goreng.
Lunch : Nasi gurih, ayam goreng, tumis tauge, tempe goreng tepung, kangkung goreng, lalapan, terong pecak, pepes dori, dan sambal bongkot.
Dinner : Timlo atsir.
 
c. Set Menu Rosemary
Breakfast: Rendang tacos dengan corn tortilla, french fries, garlic aioli, rendang daging suwir, cimicury, red bean, daun singkong goreng, dan bawang goreng.
Lunch : Chicken parmegian, swedish meatball, butter rice, baby potato, saute vegetable, dan mix salad.
Dinner: Rosemary potato soup.

Dari ketiga menu ini aku milih yang set menu Rosemary untuk aku sekamar. Yang lainnya ada yg milih menu Keffirlime dan Lemon grass. Ohya waktu pilih set menu juga akan ditanya apakah ada alergi makanan atau tidak.

Lanjut ya, jadi waktu malam pertama setelah istirahat kami menuju Rumah Atsiri Restaurant untuk  dinner. Kalau sesuai di set menu, dinner kali ini aku hanya akan dapat Rosemary potato soup aja. Dalam hati sudah siap - siap, semisal masih laper, rencana mau order menu tambahahan di restonya. Eh, jadinya malah kekenyangan. Haha. Malam itu kami dikasih appetizer berupa chicken salsa puff. Lanjut, main menu sesuai info sebelumnya yaitu Rosemary potato soup. Terakhir masih dikasih dessert semacam pancake gitu. Untuk minumnya dapet ginger banana cinnamon, cocok untuk suasana malam yang dingin hehe. Masalah rasanya sih lumayan lah, bukan yang enak banget dan bukan yang ga enak banget ya. Tapi memang rasanya ga kuat ya karena aku pilih western menu. Setelah kekenyangan, kami balik lagi ke tenda untuk bersantai - santai.


Menunggu makan malam di Rumah Atsiri Restaurant
Chicken salsa puff
Rosemary potato soup
Pancake
Selanjutnya adalah breakfast. Agenda breakfast kami setelah morning walk selesai. Lokasi breakfastnya didekat resto, tapi khusus pengunjung yang menginap. Setelah duduk,  aku langsung disuguhi rendang tacos, rasanya rendang tapi di tacos, gimana tuh? Selain tacos, kita juga disuguhi juice buah dan buah potong. Menurutku, cukup banget sih porsi sarapannya. Tapi, please note kalau keseharianku memang hanya sarapan roti/buah saja. Mungkin untuk yang terbiasa makan nasi untuk sarapan, jelas kurang sih porsinya. Tapi tenang, kalian bisa pilih menu yang bubur atau order tambahan menu di resto dengan extra charge.
Lokasi makan pagi
Rendang tacos
Buah potong
Terakhir lunch, agenda lunch kami adalah setelah check out supaya bisa lebih banyak waktu bersantai di tendanya dan tidak terburu buru. Menunya sama persis seperti yang di set menu dengan tambahan air putih. Ga nyangka setelah datang, banyak banget dan emang kenyang pake kebangetan. Haha. Setelah makan siang kami lanjut museum tour, lalu berpamitan. Sebelum meninggalkan Rumah Atsiri Glamping, kami diberi farewell drink berupa Cold Chamomile Tea yang disajikan dalam botol kaca estetik. Suka banget sama botolnya, akhirnya botolnya aku pakai untuk nanam pegagan air  di rumah:)
Makan siang di resto area glamping
Menu makan siang
Farewell drink - Chamomile tea

Morning trekking di areal persawahan Desa Plumbon

Tidak terasa sudah terlelap semalaman di tenda, dan waktu sudah menunjukkan pukul 06.00. Aku bergegas untuk bersiap - siap mengikuti morning trekking. Setelah semua berkumpul di Taman Plaza Marigold, kami diajak untuk pemanasan terlebih dahulu yang di pimpin oleh host. Setelah itu, kami diberi aqua kecil untuk sangu selama jalan - jalan pagi.
Pemanasan sebelum trekking di Plaza Marigold
Kami diajak berjalan menuju areal persawahan Desa Plumbon yang sangat hijau, kebetulan saat itu tanaman padi masih hijau namun sudah mulai menguning. Seger banget lihat sawah yang ijo royo-royo, ditambah hawanya yang sejuk, tidak berpolusi dan langitnya cerah. Sesekali kami disuguhi pemandangan areal persawahan dengan sistem terasering yang cantik.  Sembari jalan - jalan pagi, tentunya aku suka banget mengamati jenis tanaman yang ada haha. Ada widelia biflora, tanaman cabai, dan tanaman - tanaman pangan lainnya. Hal pertama yang menarik perhatianku adalah tanaman kitolod yang masih banyak tersebar dan tumbuh liar di pinggir - pinggir sawah. Tanaman ini merupakan tanaman obat untuk mata tapi harus berhati - hati jika menggunakannya. Selain itu, yang mengundang “kegumunan”ku adalah bunga tanaman kapri yang ternyata cantik banget. Warna bunganya pink dan ungu dengan ukuran yang kecil. Ini kali pertamaku lihat bunga tanaman kapri. Selanjutnya yang bikin aku bahagia adalah dapet benih bunga turi gratis haha. Disini banyak pohon bunga turi dipinggir sawah, dan pas kebetulan banyak benih yang sudah mengering. Bunga turi ini biasa untuk buat pecel.
Areal persawahan Desa Plumbon
Morning trekking bersama Rumah Atsiri Indonesia

Terasering Desa Plumbon

Tanaman kacang kapri yang sedang berbunga
Pohon bunga turi
Panen benih bunga turi
Narsis dulu
Setelah berjalan santai sekitar setengah jam, tibalah kami disebuah tanah yang cukup lapang dengan pemandangan terasering, dan beberapa bukit. Di sini terdapat meja dan lincak(kursi yang terbuat dari bambu) yang seolah menyambut kami. Disinilah tempat kami untuk break dan tea time, tim RAI sudah menyiapkan minuman teh, dan snack pasar yaitu carang gesing. Tidak berlama - lama, aku langsung menyantap carang gesingnya juga, rasanya enak menurutku. Ohya, tidak perlu khawatir jika lupa bawa hand sanitizer, tim RAI juga sudah menyiapkan. 
Lokasi tea time saat morning trekking
View dari lokasi tea time
Teh dan carang gesing untuk tea time
Carang gesing dan hand sanitizer

Siap menyantap teh dan carang gesing
Carang gesing
  


Setelah beristirahat, kami melanjutkan perjalanan untuk pulang ke penginapan. Namun saat itu ada anggota keluarga kami yang tidak bisa melanjutkan perjalanan karena alasan kesehatan. Akhirnya, dengan sigap host menelepon tim RAI untuk segera menjemput anggota keluarga kami. Tidak lama berjalan, tibalah kami di penginapan dan melakukan pendinginan terlebih dahulu.
Perjalanan balik ke glamping
Pendinginan

Mengenal aromatic plant dengan garden tour
Selepas breakfast dan rehat sejenak, kami melanjutkan agenda berikutnya yaitu garden tour. Biaya untuk aktivitas ini diluar dari paket, sehingga kena extra charge IDR 38,5K/orang. Kami ditemani seorang host yang mengenalkan dan menjelaskan berbagai tanaman aromatik yang wangi. Diawal perjalanan kami dikenalkan perbedaan sereh wangi dan sereh dapur. Perbedaan paling menonjol adalah warna batangnya, sereh wangi memiliki batang merah keunguan, sedangkan sereh dapur memiliki warna batang putih. Aromanya pun berbeda. Ohya untuk mencium tanaman aromatik, kami tidak diperbolehkan memetik sendiri tanpa izin dari host. 
Tampak depan The Gardens
The Gardens Rumah Atsiri
Mencium bau tanaman aromatik
Tanaman hias Lalavenderan atau Mexican Bush Sage (Salvia Leucantha)
Sereh Wangi
Selanjutnya kami diajak ke ruang penyulingan minyak atsiri, saat itu sedang memulai untuk pembuatan minyak atsiri dari lemongrass. Disini, kami dijelaskan bagaimana proses penyulingan yang sedang dilakukan. 
Ruang penyulingan minyak atsiri
Flow process pembuatan minyak atsiri
Host menjelaskan penyulingan minyak atsiri menggunakan autoklaf
Proses destilasi
Proses pembuatan minyak atsiri dengan metode enflorasi
Selanjutnya kami diajak untuk berkeliling di outdoor garden yang terdiri dari ratusan jenis tanaman seperti rosemary, daun seribu, eucalyptus, kemuning, dan lain - lainnya. Salah satu spot foto favorite di outdoor garden ini adalah di bagian rosemary yang tumbuh super subur banget. Sebelum berfoto ria, kami diajak untuk membelai tanaman rosemary dan merasakan baunya. Di area outdoor garden ini juga dilengkapi lebah tanpa sengat (Trigona sp atau disebut juga klanceng) yang digunakan untuk membantu penyerbukan. 
Salah satu sudut The Gardens
Bunga Knop
Klanceng dan belanjaan tanaman dari Nursery shop

Daun seribu
Setelah itu, kami diajak ke greenhouse yang hits, fotonya bersebaran dimana - mana haha. Isi tanamannya sih ga terlalu banyak, seperti melati belanda, pinus, rosemary, kokedama dan geranium. Tapi estetik aja sih emang. Greenhouse ini adalah spot terakhir di garden tour.
Greenhouse Rumah Atsiri Indonesia

Dengan background tanaman geranium


Sebagai penikmat tanaman, garden tour ini sangat singkat, dan berasa kurang puas seperti diburu - buru. Hostnya baik dan sopan setiap ada pertanyaan, tapi kalau ada pertanyaan seputar tanaman kurang banyak tahu. Mungkin akunya juga yang terlalu mendetail tanyanya haha

Mengenal minyak atsiri dengan museum tour
Setelah selesai makan siang, kami melanjutkan agenda kami yaitu museum tour. Isinya kurang lebih media visual tentang minyak atsiri dan sejarah Rumah Atsiri Indonesia. Museum tour ini tidak termasuk di dalam paket, jadi ada extra charge IDR 25K. Kurang lebih waktu yang kami habiskan di dalam hanya sekitar 30 menit, terasa sangat singkat dan berasa diburu buru.

Begitu tiba di pintu masuk museum, kami sudah disambut oleh host kami. Sebelum memasuki area museum, host memberikan info mengenai do & don’ts selama museum tour, seperti tidak boleh balik ke ruangan sebelumnya, dan tidak diperkenankan membuka masker mempertimbangkan ruangannya tertutup.
Ruang pertama yang kami kunjungi adalah tempat paling hits yaitu ruangan yang berisi kokedama yang digantung - gantung. Sering banget kan lihat foto di ruangan ini? Buat yang belum tau kokedama, kokedama adalah seni menanam dari Jepang dengan bentuk media tanam seperti bola. Tanaman yang digunakan dalam ruangan inipun adalah tanaman - tanaman sumber minyak atsiri. 
Kokedama tanaman aromatik
Selanjutnya kami diajak ke ruang yang berisi media visual untuk mencium berbagai macam aroma minyak atsiri. Namun sayangnya karena di masa pandemi, kami tidak diizinkan untuk mencobanya karena tidak boleh melepas masker. Tidak lama kami bergegas untuk melihat  sisa sisa dinding yang tersusun dari bata merah. Sisa - sisa dinding ini adalah peninggalan bangunan lawas dari Rumah Atsiri Indonesia. Selanjutnya, kami menikmati berbagai media visual yang menceritakan sejarah minyak atsiri dan Rumah Atsiri Indonesia, proses pembuatan minyak atsiri, perkembangan industri minyak atsiri, manfaat minyak atsiri dan pengetahuan tentang  minyak atsiri. Menurutku, media visual yang paling menarik perhatianku disini adalah Oshibana. Baru kali ini aku tahu mengenai itu dan cantik juga ternyata. Oshibana ini adalah seni merangkai bunga kering dan bagian tumbuhan lain yang sudah kering sehingga membentuk rangkaian gambar. Walaupun singkat, dengan museum tour ini, aku merasa banyak membuka wawasan tentang industri minyak atsiri.
Media untuk mencicipi bau minyak atsiri
Dinding tua bekas Pabrik Citronella
Berbagai macam tanaman penghasil minyak atsiri dan sejarahnya
Proses pembuatan minyak atsiri

Oshibana
Bangunan Rumah Atsiri dari waktu ke waktu

Ada fasilitas apa saja di sekitar  Rumah Atsiri Indonesia (RAI)?
Menurutku, banyak fasilitas yang disediakan di Rumah Atsiri Indonesia, bisa dibilang nyaris komplit banget. Kenapa nyaris komplit? Karena belum selesai 100% untuk pembangunan destinasi wisata ini. Yang saat ini sudah ada antara lain:
- Rumah Atsiri Glamping

- Rumah Atsiri Greenhouse dan Area Penyulingan Minyak

- Rumah Atsiri Museum 

- Taman Plaza Marigold

- Toko Aromatik

- Toko Souvenir dan Nursery

- Rumah Atsiri Restaurant

- Laboratorium

- Ruang pertemuan 

-Teater Palmarosa

- Tentunya juga di lengkapi dengan tempat parkir, toilet, musala, nursing room, medical room, loker.


Waktu kesana masih ada proses pembangunan yang sedang berjalan. Info yang ku dapat sih rencana akan di bangun dengan tambahan jenis kamar untuk menginap, kolam renang dan kapel. Jadi pengen kesana lagi ga sih?
Tempat massage di area glamping
Plaza Marigold
Resto
Resto
  
Aktivitas apa saja yang bisa dilakukan saat menginap di Rumah Atsiri Indonesia?
Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan saat menginap di Rumah Atsiri Glamping. Saking banyaknya, bikin pusing saat memilih, padahal waktu yang tersedia sangat terbatas haha. Aktivitas yang bisa dilakukan antara lain museum tour (IDR 38,5K), garden tour (IDR 25K), morning walk, tisane time, yoga, bersepeda, massage, berkuda (IDR 550K), workshop class(IDR 125K), pot painting class (IDR 100K), oshibana class (IDR 100K), belajar membatik (IDR 250K), sepedaan dan morning farming IDR 175K. Banyak banget ya kegiatannya, jadi berasa 2 hari ga cukup sih. Kebetulan paket yang ditawarkan saat menginap sudah termasuk morning walk, foot massage dan tisane time aja. Diluar itu dikenakan extra charge sesuai biaya yang diinfokan sebelumnya. 
Rental sepeda di area glamping
Garden tour
Workshop class

Berapa biaya bermalam di Glamping Rumah Atsiri?

Biaya menginap saat itu di 2,7 juta per tenda untuk 2 orang dengan durasi 2 hari 1 malam. Harga ini untuk tenda type standard dengan bathroomnya berupa shower saja. Jika ingin upgrade menggunakan bath tube, dikenakan biaya tambahan IDR 700K. Namun saat itu sedang ada Refresh Program (semacam pre-opening), jadi dapet diskon deh, per tenda jadi 2 juta. Mayan! Untuk down payment, dikenakan 50% dari biaya ya sebelum hari H. Biaya bermalam tersebut sudah termasuk amenities yang boleh dibawa pulang, in room yoga gears, tisane session, inroom tisane & coffee, makan 3x untuk 2 orang, in room electric foot massager, dan morning trekking. Jadi biaya tidak termasuk garden tour dan museum tour ya. Tapi kalau lihat rate harga yang baru, sudah termasuk garden dan museum tour.

How to book Glamping Rumah Atsiri
Untuk booking, kamu bisa melalui traveloka atau instagramnya. Aku sih booking melalui contact di instagramnya karena mau tanya - tanya dulu berhubung belum tahu banyak saat itu. Setelah booking dan mendekati hari H, akan dihubungi oleh host yang mendampingi kita selama menginap untuk mengatur agenda kegiatan saat menginap dan menu makanan. Agenda kegiatan yang dibuat bisa menyesuaikan kebutuhan dan keinginan kita. Aku share ya untuk agenda kegiatanku waktu disana.

A. Hari pertama : check in, workshop, shopping di toko aromatik, istirahat, dinner, istirahat
B. Hari kedua : morning trekking, breakfast, istirahat, check out, makan siang, museum tour
Host akan membuatkan agenda buat kita beserta jamnya.

Ada apa di sekitar Rumah Atsiri Indonesia?
Setelah menikmati Rumah Atsiri Indonesia, kamu juga bisa lho mampir ke wisata daerah Tawangmangu seperti Grojogan Sewu, Candi Ceto, Candi Sukuh, Ndoro Dongker, Perkebunan Teh dan banyak tempat kuliner lainnya. Kali ini aku cuma menyempatkan untuk mampir ke Rumah Teh Ndoro Dongker aja.
Rumah Teh Ndoro Dongker
Kebun teh di sebelah Ndoro Dongker
Produk - produk teh yang di jual di Ndoro Dongker

Menarik ya. Jadi tambah pengen kesini gak?



 
Best Regards,
Lola Karlina

No comments: